SINTANG – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang, Abdul Syufriadi, kembali mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar lebih waspada menyikapi cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Sintang dalam beberapa hari terakhir.
Ia meminta warga membatasi aktivitas luar rumah, terutama pada sore hingga malam hari, karena hembusan angin kencang berpotensi menimbulkan kerusakan dan mengancam keselamatan.
Abdul Syufriadi menyampaikan bahwa sejak beberapa hari terakhir, angin berembus cukup kuat mulai dari menjelang sore. Intensitas yang meningkat membuat beberapa bangunan mengalami kerusakan, termasuk atap rumah warga yang terangkat akibat terpaan angin.
“Kami mengimbau agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah pada saat angin mulai kencang. Situasi saat ini memiliki risiko tinggi dan telah menyebabkan kerusakan di sejumlah kawasan permukiman,” jelasnya saat diwawancarai, Sabtu (22/11/2025).
Menurutnya, angin kencang yang melanda tidak hanya berdampak pada rumah warga, tetapi juga merusak beberapa fasilitas umum. Salah satu yang cukup mengkhawatirkan adalah kerusakan yang menimpa bagian atap RSUD AM Djoen Sintang beberapa hari lalu, sehingga menimbulkan kekhawatiran terkait kenyamanan dan keselamatan pasien serta petugas kesehatan. Di sejumlah kecamatan, laporan kerusakan ringan hingga sedang juga diterima BPBD, mulai dari atap bangunan terangkat hingga pohon besar tumbang.
“Kami berharap warga tetap tenang, namun harus selalu waspada. Pastikan barang-barang yang mudah tertiup angin disimpan dengan aman, dan hindari berteduh di bawah pohon besar atau bangunan yang rapuh. Bagi rumah dengan atap ringan, sebaiknya dilakukan pemeriksaan sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kabupaten Sintang telah menyiagakan tim reaksi cepat untuk melakukan pemantauan di lapangan serta memberikan penanganan apabila terjadi kerusakan signifikan. Abdul Syufriadi juga menekankan pentingnya koordinasi aktif antara masyarakat, aparat desa, dan kecamatan dalam menghadapi situasi darurat.
“Keselamatan warga selalu menjadi prioritas kami. Jangan menganggap enteng potensi bahaya angin kencang, terutama pada waktu menjelang malam. Jika ada keadaan mendesak, segera laporkan kepada BPBD atau pihak berwenang agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat,” tegasnya.
(Rilis Kominfo)












