SINTANG, MMS – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Juni, meminta PLN segera mengambil langkah serius dalam menangani persoalan pemadaman listrik yang terus berulang di wilayah pedalaman, khususnya di Inggar, Kecamatan Kayan Hilir.
Menurutnya, masyarakat sudah terlalu lama menjadi korban pemadaman berkepanjangan yang kerap berlangsung hingga beberapa hari tanpa kejelasan penanganan.
“Setiap laporan yang kami terima selalu sama: listrik padam berhari-hari dan tidak ada penjelasan yang jelas kapan perbaikan dilakukan. Ini tidak bisa dibiarkan terus menerus,” tegasnya, Kamis (20/11).
Ia menilai bahwa PLN perlu turun langsung ke lapangan untuk melakukan investigasi teknis dan dialog dengan masyarakat. Menurutnya, persoalan ini bukan hanya terkait gangguan jaringan sementara, tetapi masalah struktural yang memerlukan pembenahan menyeluruh.
Ia menjelaskan bahwa listrik memiliki peran vital dalam kehidupan warga pedalaman. Bagi pelaku UMKM, pemadaman listrik membuat proses produksi terganggu, penyimpanan barang menjadi bermasalah, dan operasional usaha terhambat. Sementara bagi pelajar, kegiatan belajar daring atau penggunaan perangkat pendukung pendidikan menjadi terhenti.
“Listrik adalah kebutuhan dasar. Jika pemadamannya berlangsung berhari-hari, maka dampaknya sangat besar terhadap ekonomi dan pendidikan masyarakat,” ungkapnya.
Ia meminta agar PLN mengedepankan komunikasi transparan mengenai jadwal pemeliharaan maupun penanganan gangguan. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menghindari keresahan serta memberikan kepastian kepada masyarakat.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Juni, juga membuka kemungkinan untuk difasilitasi pertemuan resmi antara warga, pemerintah daerah, dan PLN agar solusi jangka panjang dapat dirumuskan. Alternatif seperti penambahan kapasitas pembangkit lokal, pemasangan trafo baru, ataupun peningkatan kualitas jaringan harus menjadi pertimbangan serius.
“Tidak boleh ada pembiaran. Kami berharap PLN hadir secara nyata, bukan hanya merespons lewat laporan di atas meja,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa DPRD akan terus mengawal persoalan ini sampai penyelesaian dilakukan dan pelayanan listrik kembali stabil.
“Harapan kami sederhana, masyarakat harus mendapatkan pelayanan listrik yang layak dan tidak merasa dianaktirikan,” pungkasnya.






