DPRD Sintang Desak Pemkab Sintang Bangun Jembatan Baru di Nanga Libau untuk Jamin Akses Warga

SINTANG, MMS – Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Agustinus, mendesak Pemerintah Kabupaten Sintang untuk segera membangun jembatan baru di Desa Nanga Libau, Kecamatan Sepauk. Desakan tersebut disampaikan setelah ia menerima banyak keluhan dari warga mengenai kondisi jembatan lama yang kini dinilai sangat membahayakan.

Menurutnya, jembatan yang berfungsi sebagai penghubung utama antarwilayah itu sudah puluhan tahun tidak mendapat rehabilitasi signifikan. Kondisinya yang semakin rapuh mulai dari lantai yang retak, kayu penyangga yang lapuk, hingga struktur yang tidak mampu lagi menahan beban kendaraan dan telah membuat aktivitas masyarakat terhambat, terutama di musim penghujan.

“Ini bukan lagi soal kenyamanan, tetapi soal keselamatan. Jembatan yang berdiri puluhan tahun ini sudah rusak parah, dan masyarakat khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat melintas,” tegas, Senin (17/11).

Ia menilai bahwa keberadaan jembatan baru sangat mendesak untuk memastikan kelancaran aktivitas harian masyarakat, termasuk mobilitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan. Banyak warga yang mengandalkan jembatan tersebut untuk mengangkut hasil pertanian, membawa anak ke sekolah, atau mengakses fasilitas medis di pusat kecamatan.

Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Agustinus, meminta pemerintah daerah segera menyusun perencanaan teknis, mengalokasikan anggaran khusus, dan menentukan desain jembatan yang lebih modern dan kokoh. Ia menekankan bahwa pembangunan jembatan harus menggunakan material berkualitas agar dapat bertahan dalam jangka panjang dan mampu dilalui kendaraan besar.

“Jangan lagi membangun jembatan yang hanya kuat beberapa tahun. Kita butuh jembatan yang benar-benar kokoh, aman, dan siap mendukung aktivitas masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya.

Ia juga memastikan bahwa DPRD Sintang siap mendukung percepatan pembangunan melalui fungsi pengawasan dan penganggaran. Ia berharap sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah dapat mempercepat realisasi pembangunan jembatan baru tersebut.

“DPRD akan mengawal prosesnya. Kita ingin pembangunan ini tidak berhenti pada wacana, tapi benar-benar diwujudkan untuk kepentingan masyarakat Nanga Libau,” tambahnya.

Ia mengajak masyarakat tetap berhati-hati saat melintasi jembatan lama sambil menunggu pembangunan baru dimulai. Menurutnya, keselamatan warga harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pembangunan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *