SINTANG, MMS – Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Sintang, Anastasia, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan rabies, terutama yang berasal dari hewan peliharaan seperti anjing dan monyet. Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya laporan kasus warga yang diduga terinfeksi rabies dan meninggal dunia beberapa waktu lalu.
Menurut Anastasia, rabies merupakan penyakit berbahaya yang dapat menyerang sistem saraf dan berujung pada kematian apabila tidak segera ditangani dengan tepat. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan dan keamanan hewan peliharaan di lingkungan masing-masing.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat perlu lebih berhati-hati ketika berinteraksi dengan hewan, terutama yang menunjukkan perilaku tidak biasa seperti agresif, gelisah, atau tidak terkendali. Dalam kondisi seperti itu, hewan berpotensi membawa virus rabies yang dapat menular melalui gigitan maupun cakaran.
Lebih lanjut, Anastasia mengimbau agar pemilik hewan peliharaan rutin melakukan vaksinasi rabies sesuai dengan anjuran dari dinas terkait. Vaksinasi dinilai sebagai langkah paling efektif untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut di tengah masyarakat.
Selain itu, ia juga meminta masyarakat untuk segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gigitan atau cakaran dari hewan yang dicurigai terinfeksi rabies. Penanganan cepat sangat penting untuk mencegah dampak yang lebih fatal.
Anastasia menegaskan bahwa pencegahan rabies tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat. Edukasi dan kesadaran bersama dinilai menjadi kunci utama dalam menekan angka kasus rabies di Kabupaten Sintang.
Ia juga mendorong pemerintah daerah melalui instansi terkait untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya rabies serta pentingnya vaksinasi hewan secara berkala.
Dengan meningkatnya kewaspadaan dan kerja sama semua pihak, Anastasia berharap kasus rabies di Kabupaten Sintang dapat dicegah dan tidak kembali menimbulkan korban jiwa di kemudian hari.






