SINTANG, MMS – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Markus Jembari, menegaskan perlunya langkah tegas dari pemerintah daerah bersama aparat terkait terhadap kendaraan angkutan yang melebihi batas tonase atau overload di wilayah Kabupaten Sintang. Ia menilai praktik tersebut sudah cukup meresahkan karena berdampak langsung pada keselamatan pengguna jalan dan kondisi infrastruktur daerah.
Menurut Markus, kendaraan yang membawa muatan berlebih tidak hanya melanggar aturan lalu lintas, tetapi juga menjadi salah satu faktor utama percepatan kerusakan jalan. Hal ini tentu merugikan daerah karena anggaran pembangunan dan perbaikan jalan harus terus dikeluarkan secara berulang akibat kerusakan yang disebabkan oleh beban berlebih.
Ia menjelaskan bahwa infrastruktur jalan yang dibangun dengan dana pemerintah seharusnya dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu panjang. Namun, jika tidak ada pengawasan ketat terhadap kendaraan angkutan, maka kualitas jalan akan cepat menurun dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Lebih lanjut, Markus menekankan bahwa penertiban kendaraan overload harus dilakukan secara konsisten, tidak hanya bersifat sementara atau insidental. Ia juga mendorong adanya sinergi antara dinas perhubungan, kepolisian, serta instansi terkait lainnya dalam melakukan pengawasan di lapangan.
Selain penindakan, ia juga menilai pentingnya sosialisasi kepada para pelaku usaha angkutan agar memahami batasan tonase yang telah ditetapkan. Dengan demikian, kesadaran untuk mematuhi aturan dapat meningkat dan pelanggaran dapat diminimalisir sejak awal.
Markus juga mengingatkan bahwa keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama. Kendaraan yang melebihi kapasitas muatan berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas yang dapat merugikan banyak pihak, termasuk pengemudi itu sendiri.
Ia berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret dalam menertibkan kendaraan angkutan bermuatan berlebih, sehingga infrastruktur jalan di Kabupaten Sintang tetap terjaga, aman, dan dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal dalam jangka panjang.











