SINTANG, MMS – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sintang bersama unsur TNI dan Polri menggelar kegiatan pengamanan sekaligus sosialisasi terkait aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di sejumlah wilayah di Sintang, Selasa (17/3/2026).
Kegiatan tersebut merupakan upaya pencegahan untuk menjaga ketertiban umum serta menekan dampak kerusakan lingkungan akibat aktivitas tambang ilegal.
Dalam operasi gabungan tersebut, petugas menyisir beberapa lokasi yang diduga menjadi titik aktivitas PETI. Selain melakukan pengawasan, petugas juga memberikan imbauan dan edukasi secara langsung kepada masyarakat, baik yang terlibat maupun yang berada di sekitar area pertambangan.
Kepala Satpol PP Sintang, Paulinus, menegaskan bahwa praktik PETI merupakan pelanggaran hukum yang membawa dampak serius. Ia menjelaskan bahwa selain merusak ekosistem, khususnya sungai, penggunaan bahan berbahaya seperti merkuri juga berisiko mengganggu kesehatan masyarakat dalam jangka panjang.
“Kami bersama TNI dan Polri terus memberikan pemahaman kepada masyarakat agar menghentikan aktivitas PETI. Ini tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga upaya menjaga lingkungan dan melindungi generasi mendatang,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, petugas mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Masyarakat yang ditemui diberikan penjelasan mengenai risiko hukum serta dampak negatif dari aktivitas PETI. Petugas juga mendorong warga untuk beralih ke pekerjaan yang lebih aman dan sesuai aturan.
Respons masyarakat terhadap kegiatan ini beragam. Sebagian mendukung langkah pemerintah, namun ada pula warga yang mengaku masih bergantung pada aktivitas PETI sebagai sumber penghidupan. Hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dalam menyeimbangkan penegakan hukum dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Satpol PP Sintang menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan secara rutin dengan melibatkan berbagai pihak. Pemerintah daerah juga diharapkan dapat menghadirkan solusi alternatif ekonomi bagi masyarakat, sehingga ketergantungan terhadap aktivitas PETI dapat berkurang secara bertahap.











