SINTANG, MMS – Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Nekodimus, memberikan apresiasi kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sintang atas tindakan cepat dalam menangani persoalan penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) kawasan Hutan Wisata Baning.
Respons tersebut dinilai sebagai bukti kesigapan dinas dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mempertahankan kualitas kawasan wisata alam yang menjadi kebanggaan masyarakat Sintang.
Sebelumnya, kondisi TPS tersebut sempat memprihatinkan. Tumpukan sampah yang tidak terangkut dalam beberapa waktu mengakibatkan bau tidak sedap, pemandangan yang mengganggu, hingga keluhan dari masyarakat sekitar.
Situasi itu juga dinilai berpotensi mencoreng citra Hutan Wisata Baning sebagai ruang publik sekaligus destinasi edukasi alam yang sering dikunjungi pelajar dan wisatawan.
Menindaklanjuti laporan yang masuk, Anggota DPRD Sintang, Nekodimus, segera berkoordinasi dengan DLH dan meminta agar penanganan dilakukan secepatnya. Tidak sampai 24 jam, permintaan tersebut langsung direspons dengan pengangkutan sampah dari lokasi.
“Kemarin saya minta Pak Kadis untuk mengangkut sampah di situ, dan hari ini sudah dilakukan. Kita berterima kasih untuk hal itu,” ujarnya, Kamis (27/11/2025).
Politisi Partai Hanura itu menilai langkah cepat tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas lingkungan hidup di kawasan perkotaan. Menurutnya, keberadaan TPS harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan persoalan baru bagi warga.
Ia juga menekankan bahwa kebersihan Hutan Wisata Baning sangat penting untuk dijaga mengingat kawasan tersebut memiliki fungsi ekologis dan sosial yang signifikan. Selain menjadi paru-paru kota, wilayah itu juga menjadi ruang rekreasi masyarakat dan sarana pendidikan lingkungan bagi sekolah-sekolah di Sintang.
“Penanganan cepat seperti ini sangat penting untuk kenyamanan warga. Hutan Wisata Baning harus tetap dijaga bersama,” tegasnya.
Anggota DPRD Sintang, Nekodimus, berharap penanganan kebersihan di kawasan tersebut dapat dilakukan secara rutin, bukan hanya ketika terjadi penumpukan. Ia menilai pola pengangkutan yang terjadwal dengan baik akan mencegah masalah serupa terulang di kemudian hari.
“Ini langkah baik, dan saya berharap bisa terus dipertahankan. Lingkungan yang bersih adalah milik kita semua,” pungkasnya.







