SINTANG, MMS – Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Santosa, menyoroti lonjakan harga gas LPG 3 kilogram yang semakin tak terkendali di pasaran. Menurutnya, kondisi tersebut membuat masyarakat kecil semakin terbebani karena harga jual di tingkat pengecer jauh melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Di pangkalan masih ada yang menjual sesuai HET sekitar Rp 18.000, tapi di warung-warung bisa mencapai Rp 30.000 lebih. Ini jelas merugikan masyarakat,” ujar Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Santosa, Sabtu (8/11/2025).
Ia menilai lemahnya pengawasan dan distribusi menjadi faktor utama penyebab persoalan tersebut. Selain itu, gas subsidi yang seharusnya hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin masih sering digunakan oleh pihak yang tidak berhak.
Ia mendesak pemerintah daerah bersama Pertamina untuk memperketat pengawasan serta menindak pengecer nakal yang menjual di atas harga wajar.
“Kalau perlu dilakukan razia atau operasi pasar untuk menstabilkan harga,” tegasnya.
Menurutnya, subsidi LPG merupakan kebijakan sosial yang harus tepat sasaran agar manfaatnya dirasakan oleh kelompok rentan.
“Subsidi ini adalah hak masyarakat kecil. Jangan sampai disalahgunakan oleh oknum,” pungkasnya.












