SINTANG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Senen Maryono mengungkapkan keresahan para guru terkait pemotongan tunjangan yang sebelumnya telah mereka terima.
Hal ini mencuat di tengah peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2024 dan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-79.
Senen mengatakan bahwa pemotongan tunjangan yang disebut-sebut akibat keterbatasan anggaran, telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan para pendidik.
Ia menilai, dengan pengelolaan anggaran yang optimal, seharusnya tunjangan guru tidak perlu mengalami pemotongan.
“Selama ini guru-guru merasa resah karena tunjangan yang pernah mereka terima dipotong dengan alasan anggaran yang terbatas. Padahal, jika anggaran yang ada dapat didayagunakan secara maksimal, insyaallah masih memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan ini,” kata Senen.
Senen menegaskan pentingnya perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan guru, mengingat peran besar mereka dalam mencerdaskan generasi bangsa. Ia berharap pemerintah daerah dapat mengembalikan tunjangan guru yang sebelumnya dipotong.
“Harapan kita, tunjangan guru tidak lagi berkurang dari apa yang pernah mereka dapatkan. Kalaupun sudah ada pengurangan, kami meminta agar itu bisa dikembalikan. Guru adalah ujung tombak pendidikan, dan kesejahteraan mereka harus menjadi prioritas,” tegas Politisi Partai Amanat Nasional ini.
Pernyataan Senen ini menjadi sorotan, mengingat kesejahteraan guru adalah salah satu aspek penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Oleh karenanya, dia berharap aspirasi ini dapat ditindaklanjuti oleh pihak terkait demi mendukung profesionalisme dan motivasi para guru dalam menjalankan tugas mereka.






