SINTANG – Kelompok tani di Kabupaten Sintang terutama di Sepauk dan Tempunak terus mengajukan usulan alat mesin pertanian (alsintan), terutama perontok padi dan traktor, untuk membantu meningkatkan efisiensi dalam proses panen.
Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Kusnadi mengatakan permintaan ini sering kali dilontarkan oleh petani yang merasa terbantu dengan penggunaan alsintan dalam kegiatan pertanian mereka.
“Alsintan yang banyak diusulkan oleh petani adalah perontok padi dan traktor. Itu yang sering dikeluhkan dan diminta oleh petani,” kata Kusnadi.
Ia mengatakan pada tahun lalu, pemerintah telah memberikan bantuan alsintan berupa perontok padi dan kultivator untuk membajak lahan kecil, yang sering digunakan untuk penanaman sayuran. Bantuan tersebut disalurkan kepada kelompok tani dan ibu-ibu PKK di beberapa desa.
Namun, meski beberapa bantuan telah disalurkan, Kusnadi mengungkapkan bahwa masih ada beberapa permintaan alsintan yang belum terealisasi pada tahun 2024.
“Tahun 2025, masih ada beberapa bantuan yang belum terealisasi, tetapi sudah masuk dalam SIPD (Sistem Informasi Pembangunan Daerah), jadi tinggal merealisasikannya di tahun depan,” tuturnya.
Kusnadi menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus berkomunikasi dengan kelompok tani yang membutuhkan alsintan.
“Kelompok tani memang jumlahnya banyak, tetapi kami selalu berkomunikasi dengan mereka yang membutuhkan alsintan. Kami berusaha untuk mengakomodir secara bertahap, terutama bagi yang paling membutuhkan,” ungkapnya.
Ia mengatakan dengan adanya bantuan alsintan yang lebih banyak, maka petani di Kabupaten Sintang terutama di Sepauk dan Tempunak dapat lebih mudah mengelola lahan dan meningkatkan produktivitas pertanian.
“Sehingga mampu memenuhi kebutuhan pangan dan mendukung perekonomian lokal. Maka ini sangat penting untuk kita memprioritaskan bantuan berdasarkan urgensi dan kebutuhan petani,” pungkasnya.






