SINTANG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Yohanes Rumpak menyatakan keprihatinannya atas ketertinggalan kegiatan Pesparani Katolik dibandingkan dengan ajang serupa lainnya, seperti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).
Politisi dari Partai PDI Perjuangan ini menilai perlunya peningkatan dan kontinuitas pelaksanaan Pesparani di Kabupaten Sintang agar sejajar dengan kegiatan keagamaan lainnya.
“Saya kira kita sudah jauh ketinggalan. Kita lihat sendiri, MTQ tingkat Kalimantan Barat saja sudah digelar lebih dari 20 kali, sementara kita ini baru yang pertama. Jadi, kita tertinggal lebih dari 20 tahun dibandingkan teman-teman Muslim,” ungkap Yohanes Rumpak saat menghadiri pembukaan Pesparani Katolik I tingkat Kabupaten Sintang di Indoor Apang Semangai belum lama ini.
Menurut Yohanes, Pesparani merupakan salah satu wujud pengembangan budaya dan keagamaan yang perlu terus didorong dan dilaksanakan secara rutin.
Oleh karenanya ia berharap momentum ini menjadi awal dari konsistensi pelaksanaan Pesparani di Kabupaten Sintang, agar dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan gereja dan masyarakat.
“Ini adalah langkah awal yang baik. Kita harus berkomitmen untuk menjadikan Pesparani sebagai agenda rutin agar bisa mengejar ketertinggalan dan memberikan manfaat besar, khususnya bagi umat Katolik,” kata Rumpak.
Yohanes juga mengapresiasi upaya yang telah dilakukan panitia dan pemerintah daerah dalam menyelenggarakan Pesparani perdana ini.
“Kita berharap ke depannya, kegiatan ini semakin berkembang dan melibatkan lebih banyak peserta dari berbagai Kecamatan yang lain,” pungkasnya.
Pembukaan Pesparani Katolik I Kabupaten Sintang berlangsung meriah, dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, dan menjadi tonggak sejarah bagi umat Katolik di Sintang.









