SINTANG – Tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang dilakukan secara online dinilai mampu meminimalisasi, bahkan hampir menghilangkan peluang praktik percaloan.
Hal ini disampaikan langsung oleh Anggota DPRD Sintang Ardi, saat dimintai pendapat terkait pelaksanaan tes CPNS berbasis digital dengan sistem CAT.
“Kalau memang tesnya online, saya rasa peluang untuk calo itu bukan lagi kecil, tapi sudah sangat sulit. Karena prosesnya sekarang serba transparan dan administrasi dilakukan secara online,” kata Ardi belum lama ini.
Ia mengatakan sistem online yang diterapkan oleh pemerintah tidak hanya membuat pelaksanaan tes lebih efisien, tetapi juga memastikan semua peserta memiliki peluang yang sama.
Menurutnya, dengan sistem ini setiap peserta akan menghadapi proses seleksi yang langsung terhubung dengan sistem pusat, sehingga hasil tes langsung dapat diakses tanpa intervensi pihak lain.
“Semua sudah terekam secara otomatis di sistem. Dari administrasi hingga hasil tes, semuanya terintegrasi. Jadi, ruang bagi oknum untuk bermain sudah hampir tidak ada,” jelasnya.
Ardi juga mengapresiasi langkah pemerintah dalam menerapkan sistem online untuk rekrutmen CPNS. Ia berharap upaya ini terus diperkuat dengan pengawasan ketat agar integritas proses seleksi tetap terjaga.
“Namun, meskipun sistemnya sudah canggih, kita tetap perlu pengawasan untuk memastikan tidak ada celah yang disalahgunakan. Pemerintah juga harus memastikan infrastruktur teknologi pendukung berjalan optimal,” ungkap Ardi.
Politisi dari Partai Gerindra ini juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan janji-janji dari oknum yang mengaku bisa meloloskan seseorang menjadi PNS dengan cara instan.
“Saat ini, transparansi adalah kunci. Kalau ada yang menawarkan jasa calo, itu pasti penipuan. Peserta harus percaya pada kemampuan diri sendiri dan proses yang ada,” pungkasnya.










