SINTANG, MMS – Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Jimi Manopo, mendesak pihak perusahaan PT Mitra Karya Santosa untuk segera mengambil tanggung jawab atas dugaan pencemaran limbah yang dilaporkan telah berdampak pada aliran sungai di kawasan perbatasan daerah tersebut. Dugaan pencemaran ini disebut telah memengaruhi sedikitnya lima desa yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Menurut Jimi, permasalahan lingkungan seperti ini tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut kehidupan masyarakat yang bergantung pada sumber air sungai untuk kebutuhan sehari-hari. Ia menilai, jika benar terjadi pencemaran, maka hal tersebut berpotensi menimbulkan dampak serius, baik terhadap kesehatan warga maupun keberlangsungan lingkungan hidup di sekitar wilayah terdampak.
Ia menjelaskan bahwa sungai memiliki peran vital bagi masyarakat desa, mulai dari kebutuhan air bersih, aktivitas rumah tangga, hingga mendukung sektor pertanian dan perikanan. Oleh karena itu, ketika kualitas air terganggu akibat limbah, maka secara langsung akan memengaruhi berbagai aspek kehidupan warga.
Jimi juga menegaskan pentingnya langkah cepat dari pihak perusahaan untuk melakukan klarifikasi sekaligus penanganan terhadap dugaan tersebut. Ia meminta agar perusahaan tidak mengabaikan laporan masyarakat dan segera melakukan investigasi internal guna memastikan sumber permasalahan. Selain itu, upaya pemulihan lingkungan juga dinilai harus menjadi prioritas apabila terbukti terjadi pencemaran.
Lebih lanjut, ia mendorong pemerintah daerah dan instansi terkait untuk turun tangan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Pengawasan yang ketat diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
Selain itu, Jimi mengingatkan bahwa perusahaan memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan yang harus dipenuhi sebagai bagian dari operasionalnya. Ia berharap, kasus ini dapat menjadi perhatian bersama agar keseimbangan antara aktivitas industri dan kelestarian lingkungan tetap terjaga.
Dengan adanya penanganan yang cepat dan transparan, diharapkan kondisi sungai dapat kembali normal dan masyarakat di lima desa terdampak dapat menjalankan aktivitas mereka dengan aman dan nyaman.






