MBG Belum Hadir di Desa Batu Netak, Kades Marsah Soroti Pentingnya Pemerataan Program

SINTANG, MMS – Program prioritas Presiden Prabowo Subianto berupa Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga kini belum dirasakan di wilayah pedalaman khususnya di Desa Batu Netak, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang. Hal ini disampaikan Kepala Desa Batu Netak, Marsah, pada Minggu, 22 Maret 2026.

Menurut Marsah, hingga saat ini masyarakat di desanya belum merasakan pelaksanaan program tersebut, meskipun MBG menjadi salah satu andalan pemerintah dalam upaya meningkatkan gizi anak-anak.

Ia menilai, justru anak-anak di wilayah pedalaman merupakan kelompok yang paling membutuhkan perhatian dalam program pemenuhan gizi.

Marsah menjelaskan, keterbatasan akses, kondisi ekonomi masyarakat, serta jarak yang cukup jauh dari pusat distribusi menjadi kendala utama yang menyebabkan kebutuhan gizi anak-anak di desa terpencil belum terpenuhi secara optimal.

Ia pun berpendapat bahwa pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis seharusnya lebih difokuskan pada daerah-daerah dengan akses terbatas dan tingkat kesejahteraan yang masih rendah, agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata.

“Menurut kami, anak-anak di pedalaman justru yang lebih berhak mendapatkan program MBG. Mereka yang paling membutuhkan,” pungkas Marsah.

Selain itu, Marsah berharap adanya perhatian lebih serius dari pemerintah, baik pusat maupun daerah, agar distribusi program dapat menjangkau seluruh wilayah tanpa terkecuali. Ia menegaskan pentingnya pemerataan guna menghindari kesenjangan antara daerah perkotaan dan pedesaan.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan inisiatif nasional yang bertujuan meningkatkan asupan gizi anak, menekan angka stunting, serta mendukung tumbuh kembang generasi muda Indonesia.

Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai jadwal maupun mekanisme penyaluran program MBG di Kecamatan Kayan Hilir. Masyarakat pun berharap program tersebut segera direalisasikan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh anak-anak di wilayah pedalaman.

“Untuk di wilayah kami, sampai sekarang belum ada realisasinya. Padahal program ini sangat dinantikan, terutama oleh anak-anak di pedalaman,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *